Harga Emas Kembali Turun Menjelang Keputusan Fed, Tembaga Malah Naik

Harga emas turun pada hari Selasa, memperpanjang kerugian menjadi sesi keempat berturut-turut sebelum dimulainya rapat Federal Reserve minggu ini, sementara tembaga alami penguatan dengan fokus tetap pada langkah-langkah stimulus China.

 

Penguatan dolar dan Treasury yields juga menekan harga logam. Investor beralih ke greenback untuk mengantisipasi rapat Fed.

 

Kerugian baru-baru ini membuat emas mundur ke level $1.950/oz, yang diperkirakan akan diuji sebagai support karena pasar khawatir terhadap keputusan Fed mendatang.

 

Emas spot turun sedikit ke $1.954,34/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada Agustus turun 0.3% menjadi $1.955,75/oz pukul 07.08 WIB.

 

Kenaikan suku bunga Fed sudah diperhitungkan, tapi prospeknya tidak pasti

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir rapat dua hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB, kendati pasar diharap telah memperhitungkan kenaikan tersebut.

 

Poin utama ketidakpastian bagi traders adalah apa yang akan disinyalkan oleh bank sentral terkait rencana kenaikan suku bunga di masa mendatang. Fed Fund future menunjukkan bank sentral diprediksi akan mengumumkan jeda yang lebih lama dalam siklus kenaikan suku bunga setelah beri kenaikan pada minggu ini.

 

Namun, mengingat inflasi AS masih berada di atas target tahunan the Fed, bank sentral itu masih berpotensi memberi sinyal setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

 

Peningkatan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan yield seperti emas, karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan emas. Perdagangan ini memukul emas hingga 2022, dan telah membatasi kenaikan logam mulia sepanjang tahun ini.

 

Prospek emas juga masih belum pasti, pasalnya suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

 

Tembaga naik, stimulus China menjadi fokus

Di antara logam-logam industri, harga tembaga naik tipis pada hari Selasa, melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya setelah negara importir utama China mengisyaratkan lebih banyak dukungan kebijakan untuk ekonominya yang sedang kesulitan.

 

Laporan media pemerintah menyebut bahwa para pemimpin China telah menjanjikan lebih banyak dukungan selama pertemuan Politbiro, badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis.

 

Meskipun langkah ini menandakan akan ada lebih banyak pengeluaran di negara importir tembaga terbesar di dunia ini, langkah itu juga terjadi ketika pasar properti China berada di tepi krisis utang. Aktivitas manufaktur di negara ini juga melambat tajam tahun ini.

 

Kekhawatiran atas China menekan harga tembaga tahun ini, dengan logam merah tersebut kini berjuang untuk pulih. Tembaga naik 0,1% menjadi $ 3,8528 per pon, setelah menguat 0,6% di sesi sebelumnya.

Sumber Berita

Dirangkum berdasarkan sumber terpercaya

Segera Bergabung Dengan Kami!

Dapatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan melalui PT. Royal Trust Futures

PT. Royal Trust Futures didirikan pada tahun 2005 dan telah memiliki ijin resmi sebagai Pialang Berjangka dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak tahun 2006, menjadi anggota PT. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sejak tahun 2005 dan menjadi anggota PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sejak tahun 2012

Contact Us

Pengaduan Online Bappebti

Translate »